Tunjukkan aku awan
Yang selalu mekar dan ceria
Tak endahkan dunia selalu bersengketa
Terlalu mementingkan diri
Terlalu ikut rasa hati
Duduk awan pasrah
Tak dia berkuasa
Rata rata dunia
Berlumuran masalah
Kerana mereka
Bertuhankan kuasa
Nyata bila awan sedar
Dunia bukan milik kita
Yang benci isinya
Manusia tak berbeda
Sungguh awan lihat semua dunia
Lelah bermasalah Tuhan tolonglah manusia
Sungguh awan lihat sebuah dunia lelah bermasalah
I’m taking you back to the old days
Showing where do we belong
I’m taking you back to the old days
To keep our friendship strong
Because I knew everybody
Are wired up with dilemma
Stress out with our way of life
Going nowhere even when we try
Now I whisper to your ear
Reveal the truth that I have hold
If all this nonsense that we made
Cause our friendship to be fold
We drop everything now
And spend our life like years before
Because I knew it ain’t easy
Build up something that we cannot see
Running away from the southern suburb
Don’t regret what we have all gone through
Cause we are living in believing
Only god knows we can make it through owh!
And even when we make it
Forget the stars right up above
Remind ourselves why we made it
Because the stars we never loved
Believe what we do now
And hold our bond like years before
And even there’s no shade or light
Staying true is going to make things right
Aku sini engkau sana tahan hati bergelora
Aku tahu engkau juga tapi takut tak terasa
Berat hati memikulnya tiada kata tiada idea
kita simpan seribu bahasa harap Tuhan harap Tuhan segalanya
Aku mula kata kata tapi lidah kelu rasa
Engkau cuba engkau cuba aku rasakan berbeda
Kita serupa tiada idea tiada kata yang bermakna
Dalam hati simpan sahaja kerna takut kerna takut dikecewa
Masih menunggu waktu
Masih termanggu di situ
Nyata kau tak berubah
Hanya mata yang mengubah
Tahan hati kunci bergelora
Oh, bukan aku tak biasa
Memecahkan tradisi ini
Mengubah segala emosi
Oh, bukan aku memilih
Kerna tak punya ku sang kuasa
Hanya Tuhan miliki segalanya
Tak ramai mengerti jiwa ini, hati ini
Yang terganggu datang silih berganti,
Pudar nilai budi pekerti
Jalan yang engkau lalui tak aku mengerti lagi
Pudar nilai dikotori
Semuanya menyakitkan hati
Semalam jadikan tauladan
Kita jadikan sempadan
Sempadan masa hadapan
Kepentingan yang engkau kecapi dari hasil yang dibenci
Mengotori minda sejati insani atas tulisan yang tidak dikaji
Sadarkah?
Engkau sedang meracun bangsa sendiri?
Belajarlah dari semalam tak hilang kau dari liku yang bersimpang
Berjuang dengan tulisan janganlah engkau melupakan kebenaran
Benci yang kau semai seakan luka terlerai
Bawakan nanah hitam yang takkan berdamai
Oh, bilakah ia henti?
Tak tahan lagi berdiri menanggung caci
Oh… kenapa kita tetap berpecah lagi
Buanglah semua perasaan benci
Jangan engkau ikut desakan hati
Oh… Kian kelak kita yang akan rugi
Konspirasi ini dijadikan institusi
Semat ke dalam jiwa dijulang tinggi
Oh, ini modenisasi
Nilai pekerti diri merundum sepi
Oh… kenapa kita tetap berpecah lagi
Buanglah semua perasaan benci
Jangan engkau ikut desakan hati
Oh… Kian kelak kita yang akan rugi
Puisi desakan hati mohon lagi dierti
Tiada lagi indah tersusun rapi
Oh, henti menuding jari
Henti hasutan hati tertusuk duri
Oh… kenapa kita tetap berpecah lagi
Buanglah semua perasaan benci
Jangan engkau ikut desakan hati
Oh… Kian kelak kita yang akan rugi
Tulisan lambang asas bangsa
Coretan cerita dunia
Di mana engkau susun kata-kata kebenaran tentang ia?
Amanah yang harus dijaga
Bukanlah kuasa dan harta
Cakaran yang tertera mudah dicernakan oleh lemah minda
Tanggungjawab engkau ini
Pikul dengan rela hati
Kebenaran yang kau cari
Kebenaran yang kau beri
Pohonku kau di tengah selalu
Pohonku kau tegar di situ
Walau ribut melanda kau masih tetap berdiri indah megah
Tanggungjawab engkau ini
Pikul dengan rela hati
Kebenaran yang kau cari
Kebenaran yang kau beri
Jangan kau singkirkan moral yang engkau bina pergi tersasar
Jangan kau padamkan pegangan yang kau ada
Kerana harta dan kuasa
Tak pedulikan dosa nista
Dunia terbina sementara
This is redemption
Singing the new face of revolution
Form a politics dictation
Giving a lot of frustration
And I called for a correction
Trying to build self motivation
And the time is right now
For a new resolution, yeah
This is the movement
Choices from the new generation
Where the option that we take
Based on truth and dedication
And I called for an attention
Cos the story has just begun
And there’s war about our rights
It’s full ashamed for us to run
We got to rise up
My friend, you know you got to unite
My friend, you know you have to stand up
My friend, you ought to know
This is the rising of Blitzkrieg Society
Bebaskan diri dari dibelenggu
Bebaskan mindaku yang diganggu
Kenapa kau ulangi rasa diri ini dikunci
Kenapa harus membenci indah hilang tak dijumpai
Ke mana hilangnya rasa sayang
Fikiran kini menjadi bimbang
Kenapa kau ulangi hati ini dibiar mati
Kenapa perlu membencikan warna-warni hidup ini
Kau pergi, pergilah engkau dari sini
Kerna aku sudah tak tahan lagi
Melihat semua ini
Pergilah, sekilas wajah kau membosankan
Kerna kau tak pernah ambil peduli tiap rasa hati ini
Pernahkah kau sadar?
Yang selama ini engkau sakiti hati ini
Pulangkan kebebasan diri aku
Menunggu indahku tak ketemu
Cukuplah sekali jangan dibiarkannya lagi
Tempat engkau melepaskan sakit hati rasa tertekan
Kau pergi, pergilah engkau dari sini
Kerna aku sudah tak tahan lagi
Melihat semua ini
Pergilah, sekilas wajah kau membosankan
Kerna kau tak pernah ambil peduli tiap rasa hati ini
Kerna kau tak pernah ambil peduli bila hati disakiti
Kerna kau tak pernah ambil peduli tiap rasa hati ini
Malam ini ku nyanyikan
Sebuah lagu lama yang terkubur dalam nistaku
Hilang daya, hilang mata
Inginku luahkan segalanya
Agar engkau sadar
Semalam aku hanya meminta-minta
Secebis harapan semangat di masa hadapan
Malam ini tak terhenti
Tiada nafas lagi
Melunaskan segala janjiku
Aku pinta kau berserah
Moga penghujung cita-cita kita tak terdampar
Semalam aku tiada nafas lagi pikul beban ini
Yang kerap jatuh lari
Malam ini tak terhenti
Tiada nafas lagi
Melunaskan segala janjiku
Aku pinta kau berserah
Moga penghujung cita-cita kita tak terdampar
Semalam aku tiada nafas lagi pikul beban ini
Yang kerap jatuh lari
Aku tiada nafas lagi pikul beban ini
Yang kerap jatuh lari
Aku memang tak reti tunjuk engkau menari
Tapi engkau tak usah henti pandai takkan datang berlari
Mimpi aku tak semua indah semangat rakan janganlah pudar
Hidup memang banyak kerenah cerewet hidupmu akan susah
Janganlah berundur ini bukanlah masanya
Tak kuasa aku menghadapi ini semuanya
Sendirian begini tak mampu berdiri tinggi
Tanpamu di sisi wahai kawan
Satu lagi nak pesan busuk hati janganlah simpan
Nasihat untuk rakan dan taulan
Simpan semua jadi panduan
Sudah 24 tahun ilmu di dada aku susun
Kalau berkat tak datang turun
Sampah sarap datang berduyun
Biar ia pergi
Kerna tak sanggup aku lagi duduk di depan TV
Kerna kau tiada lagi
Karya indah yang tak terperi bisa mengusik isi hati ini
Terasa bosan
Kemarau nan panjang
Terasa bimbang tentang di masa hadapan
Mana hujan tak berkunjung datang?
Bila engkau datang
Ia penuhi dengan perang tentang dunia yang semakin kejam
Tiada lagi
Kedamaian dan satu hati tapi kemusnahan yang tak terhenti
Terasa bosan
Kemarau nan panjang
Terasa bimbang tentang di masa hadapan
Mana hujan tak berkunjung datang?
Cuba kau perhati
Di mana letak isi hati warna pancaran idea kotak TV?
Tiada lagi
Erti sebenar satu hati kemanusiaan hilang tak bererti
Terasa bosan
Kemarau nan panjang
Terasa bimbang tentang di masa hadapan
Mana hujan tak berkunjung datang?